badge Bocah Renyah: Berduet dengan Vivi, mungkinkah?

Monday, November 18, 2013

Berduet dengan Vivi, mungkinkah?

06032011278Berduet dengan Vivi, mungkinkah? Itu yang akhir-akhir ini terlintas dalam benakku. Memangnya kami berdua ini penyanyi ya? :D


Bukan, tak semacam Bing Slamet yang menggandeng Adi  (kelihatan penulis udah uzur ya ;) ). Atau mendiang Diana Nasution yang melahirkan Ello sebagai generasi penyanyi berikutnya. Berduet tak harus dalam urusan menyanyi saja kan?


Vivi, sulungku yang pada bulan Juni lalu berusia 9 tahun, mulai menampakkan kesukaannya pada dunia tulis menulis sejak emaknya jadi penggila kuis (itu duluuuu..., sekarang sudah agak insyaf) :D  Dia sering cemberut saat menerima paketan yang rata-rata isinya buku untuk emaknya.



Vivi : Ibu koq beli buku secara online terus sih? Boros tau....
Ibu : Lho, ibu gak beli apa-apa tuh, Nok.
Vivi : Ini terus kirimannya siapa?
Ibu : (melihat nama pengirim) Oooo... hadiah ikutan kuis A.

Percakapan itu terulang hingga berkali-kali saat kuis B, giveaway C maupun hadiah nulis artikel lainnya berdatangan. Gemes kali ya Vivi. "Kok aku nggak pernah dapet kayak gitu sih, Bu?". Pernah terlontar begitu. "Emang Ibu dapet hadiah gitu ngapain aja sih? Perasaan ibu kan pesbukan mulu."  Hmmm... jujur itu kadangkala menyakitkan, sodara-sodara ;)


Itu tadi introduction tentang mulainya Vivi berkutat dengan dunia 'kirim-mengirim naskah'. Sejak kecil dia memang sudah gemar membaca. Siapa dulu donk emaknyaaaa.... *maaf dilarang mual. Gemar dan mengidola pada penulis cilik tertentu membuatnya mulai tergerak untuk menulis cerita ala idolanya itu. Apalagi saat sering melihat emaknya 'nguplek' bikin tulisan yang entah mau dikirim kemana. Bertanyalah dia ini dan itu, yang harus juga dijawab inu dan iti :D  Terinfeksi lah dia virus nulis maupun ngeblog.


Hingga akhirnya setelah meguru pada seorang penulis buku anak, Vivi mendapatkan jalan untuk menyalurkan hasrat 'menarsiskan' tulisannya itu ;)  Event pertama yang diikutinya menghasilkan antologi Aku Pasti Bisa, terbit independen di bawah bendera Antar Nusa.


ternyata aku bisa


Meskipun namanya tidak tercantum di halaman muka, sinokku ini sudah cukup senang.


Kali kedua mengikuti event menulis, dia mencoba menaikkan sedikit tingkat kesulitannya. Bila antologi yang pertama itu langsung muat tanpa seleksi, di kesempatan berikutnya Vivi ikut event menulis dari salah satu penerbit mayor. Bertajuk aku dan lingkungan, si sulung pun mulai memeras ide untuk menulis. Mencari tulisan yang lain dari umumnya yang akan ditulis seorang anak mana kala membicarakan tentang lingkungan.




[caption id="" align="aligncenter" width="378"] Tas Ramah Lingkungan - Savitri Nurudzaati[/caption]

Drama cerita tentang termuatnya tulisan Vivi itu pernah kutulis di sini. Saat ini dia masih menunggu terbitnya buku tersebut (emaknya nunggu transferan honor, ihiiiiirrrrr). Terus jadi kepikiran deh, kenapa juga dia harus terus nulis antologi bersama orang lain melulu. Kenapa kagak sama emaknya aja, kenapaaa... kenafaaaaa???


Asyik kan misalnya nih, nulis buku berjudul "Teror Emak Crigis", atau "Ibuku Manis Ibuku Narsis", bahkan "Oh Ibu Oh Mambu" dimana kami berdua bisa menulis satu benang merah kisah kami berdua dari dua sisi. Aku yang sok otoriter dalam kaca mata anakku, sedangkan sebaliknya aku mengulas kepeningan meng-handle anak yang sok imut, sok pinter dan sok menasihati orang tuanya. Itu misaaaalll.... misal saja lho ya, aslinya kami tidak begitu ;)


Semisal novel nih ya, biasanya kan rata-rata membutuhkan tulisan hingga 100 halaman lebih. Kalau aku sendiri yang biasanya hanya mampu menulis cerpen maksimum 8 halaman, menulis sendiri hingga sekian halaman rasanya berat. Tentu lebih ringan bila ada partner dalam satu buku. Nah, Vivi yang jiwa menulisnya sedang bergelora ini pas banget diajak berduet.



Ibu : Kita bikin buku berdua yuk, Nok.
Vivi : Ha? Gak salah itu Bu, masak aku harus bikin tulisan kayak orang tua gitu.
Ibu : Maksudnya?
Vivi : Ibu kan udah tua, tulisannya gitu-gitu aja. Beda donk ama aku, kan tulisannya masih fresh, anak-anak gitu.
Ibu : (grrrrr..... can't say more)

Sepertinya butuh pembuktian nih kepada anak sendiri bahwa kolaborasi tulisan ibu dan anak itu nantinya 'renyah' untuk dinikmati. Jadi berduet dengan Vivi, mungkinkah?  Mungkin donk aaahh... apanya yang enggak mungkin. Tahun 2014 tepat sekali dicanangkan sebagai tahun monumental untuk kami berdua bila keinginan ini bisa tercapai. Apalagi bila buku ini bisa kelar sebelum 25 Juni 2014. Kenapa harus tanggal itu, apa istimewanya?


Istimewa banget nih, hari itu kan tepat Vivi berusia 10 tahun. Tentu buku itu akan menjadi kado terindah tak hanya buatnya, tapi juga untukku yang mampu menambah tingkat percaya diri buah hatiku tercinta dalam menuangkan ide-idenya ke dalam tulisan. Tapi teknisnya gimana ya? Terus terang aku baru bisa ikut-ikutan event antologi yang tidak mengharuskan aku berpikir ribet mencari penerbit yang mau menerima tulisan. Saat ikut event dari penerbit indie, mereka pasti sudah punya PJ (penanggung jawab) yang mengurus terkumpulnya naskah. Aku tinggal menulis saja. Adapun bila ikut event dari penulis mayor ya tinggal mikir nulis naskah saja. Berusaha terbaik dan berdoa semoga editor berkenan dengan tulisanku.


Lalu, untuk proyek duetku ini gimana dong? Mesti keliling-kelilingkah aku mencari jodoh untuk naskah kami berdua ini? Yah namanya ikhtiar ya, harus berusaha dong, masak rejeki akan datang begitu saja tanpa kita berusaha untuk menghampirinya. Tapiiii.... agar bisa dicetak dan berada di tangan pada tanggal 25 Juni apa bisa terlalu berharap pada penerbit mayor? Jadi ingat salah satu sahabat blogger yang aktif berkarya membuat buku melalui jalur indie. Karyanya pun bisa segera sampai ke para pembacanya dengan manis. Sounds good ya sepertinya cara yang ditempuh beliau ini.


Oke lah kalau begitu, siap-siap menyatukan ide dengan putri tercinta ah.  Semoga semesta mendukung kita Nak ;)  Jadi nanti bila ada salah satu teman ibu yang bertanya : Berduet dengan Vivi, mungkinkah?  Jawab saja OF COURSE... NOTHING'S IMPOSSIBLE ya Sayang ;)


Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan:Proyek Monumental Tahun 2014

46 comments:

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan : Proyek Monumental Tahun 2014
    Akan saya catat sebagai peserta
    Keep blogging
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  2. proyek yg bener2 brilian..uniek..hehe. Semoga terlaksana proyeknya ya mbak. Seneng bgt pastinya ya, pny anak yg pnya minat dan bakat spt emaknya hehe...

    ReplyDelete
  3. aamiin pak, semoga semesta merestui :)

    ReplyDelete
  4. Suwun, Pakdhe, semoga sukses proyek monumental bersama ini ;)

    ReplyDelete
  5. aaah...semesta mengamini maak...amiiin...semoga tercapai yaaa...salam buat si Nok :D...have fuuuun writing :D...

    ReplyDelete
  6. salam kenal, semoga sukses dgn proyek monumentalnya . aamiin

    ReplyDelete
  7. Wih..wih... bakal jadi duet mau tuh mbak Uniek... Semoga menang ya.

    ReplyDelete
  8. terima kasih doanya mak Indah, Insya Allah nanti sinok baca sendiri tulisan ini biar kenal dg tante Indah yg soooo fuuunnn ;)

    ReplyDelete
  9. Salam kenal juga ya, terima kasih sudah mampir ke sini :)

    ReplyDelete
  10. wah keren keren dah..... duet maut hehe.. Ibu dan Putrinya sama2 kreativ top abis

    ReplyDelete
  11. Wuihhh kerennnn... (y)
    semoga sukses proyeknya ya say.....aamiin.

    ReplyDelete
  12. aamiin tante Inung, doain yaaa... tingkiuuuu

    ReplyDelete
  13. HUaaaa...VIviiii...emak kalah keren yaaa? heheee, ayo Mak kamu bisa berduet dengan Vivi... kaya ibu dan anak penyanyi itu looh, nah ini penulis buku...segera antri untuk minta tanda tangan

    ReplyDelete
  14. hehehee...doain kesampaian ya Bunda Faiz :)

    ReplyDelete
  15. Anak dan emaknya sama-sama keren. Eh, ini blog mbak uniek yang lain ya

    ReplyDelete
  16. iya Mba Ika, yg ini khusus tentang the krucils ;)

    ReplyDelete
  17. aku temane sama mbak, DUET! dengan abi, tapi lum berani aku publish.. ntar aja kalo proyeknya abi sudah bener2 finish dan cair.. wakakak

    ReplyDelete
  18. Wah anak wedoknya sekarang sudah seperti sahabat ya.. bisa diajak rundingan dan ngobrol yang serius-serius :)

    ReplyDelete
  19. serius ya mba? obrolannya malah kayak gelut gitu koq hihihiii... ibune wes galak, ternyata anake luwih ngedap2i :D

    ReplyDelete
  20. Kereen projeknya :) semoga terwujud ya Mak, so sweet deh

    ReplyDelete
  21. wuuiiihh ini mah duet maut namanya.. cant wait to read the book :)

    ReplyDelete
  22. bukunya dibikin 2 versi mbak. pandangan ortu terhadap anak, maunya anak terhadap ortu atau bisa juga bikin tips moms and daughter. btw, keren ya si vivi kecil2 udah pinter nulis

    ReplyDelete
  23. sepertinya,,buah jatuh ngga jauh dari pohonnya ya mak,,he he,,semoga jadi duetnya dg vivi mak,,pasti bisa! *semangat 45*

    ReplyDelete
  24. heheheee...doain biar kesampean ya mama Nadia

    ReplyDelete
  25. iya, kayaknya bagus begitu ya mba, dibuat 2 versi. terima kasih utk sarannya.

    ReplyDelete
  26. hihihiii..makasih untuk dukungannya mak

    ReplyDelete
  27. Keren ya mbak :)
    Vivi punya blog juga kah? Saya selalu seneeng baca tulisannya anak2

    ReplyDelete
  28. Saya belum baca semuanya nie, Mbak Uniek....

    Tapi mau komen dulu ni...apakah Mbak Unik akan beduet lagu "Mungkinkah" yang dinyanyiin Stinky sama Vivi?
    :D

    Mau lanjut baca dulu....

    ReplyDelete
  29. Jadi nanti Mbak Unik cerita tentang satu masalah dari kacamata seorang Mama, sedang Vivi cerita dari kacamata dia...seru deh....Semangat!!!

    ReplyDelete
  30. punya mba, monggo bila ingin baca2 kicauan putriku di savitri-nurudzaati[dot]blogspot[dot]com, satunya lagi di vivi-savitri[dot]blogspot[dot]com. Ini lagi ikut2an emaknya bikin di wordpress, tapi masih amburadul hihihii...

    ReplyDelete
  31. ah, lagunya terlalu jadul mb Hani, lebih keren semut merah-nya Obbie Messakh lah *lho :D

    ReplyDelete
  32. iya, maunya begitu mba Hani, pantes enggak sih bikin buku isinya begitu? saran donk, thks

    ReplyDelete
  33. Langsung ngakak...
    Jadulan mana sih...sumpah langsung googling ::D

    ReplyDelete
  34. Bukan masalah pantes gak pantes, Mbak..
    Tapi mirip nama Mbak, unik banget lho...
    Misalkan nie nemuin masalah kenapa Vivi cuma dapat uang saku 5,000 dari Sisi Mbak cerita kenapa cuma dikasih 5,000 dan Vivi pun bercerita dari kacamata dia...yang dia merasa kurang atau Maminya gak adil, ha ha ha

    Ditunggu, Mbak...
    Aku janji beli deh kalau terbit...janji, ni..janji...tagih deh kalau gak beli :P

    ReplyDelete
  35. eh, malah mb Hani kasih ide cemerlang nih. iya, sering banget ribut ama Vivi gara2 uang saku gara2 doi borse abezzz ;) thks for your idea mba

    ReplyDelete
  36. jiahahaha... dari penyanyinya aja udah jelas jawabannya, kagak usah digoogling mba, tanya aja ama mas Husni *loh again :D

    ReplyDelete
  37. Ha ha ha
    Bersyukur udah punya anak Mbak..ada yang diajak ribut :P

    ReplyDelete
  38. Ha ha ha
    Iya....duluan Obby Mesakh ya..
    Kok bawah-bawah dia sih...

    ReplyDelete
  39. kapan kita duet bikin buku bareng? ;)
    kutunggu... :) :D

    ReplyDelete
  40. cie cieeee yg habis pulang konperensi ;)

    ReplyDelete
  41. Bunda dan putri saling menginspirasi nih Jeng Uniek. Sukses ya

    ReplyDelete