badge Bocah Renyah: 5 Wisata Wonosobo Populer yang Masuk Bucket List Bocah Renyah

Friday, August 11, 2017

5 Wisata Wonosobo Populer yang Masuk Bucket List Bocah Renyah



Ibu... kapan kita piknik lagi?

Yeah, di saat Ibu ngerasa kurang piknik, rupa-rupanya Bocah Renyah juga mengalami hal yang sama. Kakak dan Adek juga udah lama banget nih enggak piknik. Sepertinya jatah piknik kami kini telah bergeser di seputar hari raya saja. Maklum lah, Kakak kan sekarang jatah pulang ke rumahnya terbatas sekali.

Dengan keterbatasan waktu ini, mau gak mau kudu mikir dong ini gimana caranya ya piknik yang enggak jauh-jauh dari Magelang, tempat Kakak sedang menuntut ilmu saat ini. Mana yaaaa enaknya?

Ahaaa... kayaknya ga usah jauh-jauh nih. Melipir ke arah barat dikit aja udah bisa nih menjelajahi Wonosobo. Kenapa harus ke situ?



Mau balik ke Semarang dan jalan-jalan di dalam kota rasanya kok ya pengin penyegaran. Semarang kan panasnya udah luar biasa. Sesekali lah Bocah Renyah dan ayah ibu pergi ke tempat yang sejuk menyegarkan. Pas banget kan kalau Wonosobo yang jadi pilihan kali ini?

Wonosobo merupakan sebuah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar wilayah Kabupaten Wonosobo didominasi oleh daerah pegunungan dan juga gunung berapi, yakni Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Bagian utara dari daerah ini merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng dengan puncak tertingginya ada di Gunung Prahu. 

Berbatasan langsung dengan Dataran Tinggi Dieng, terkadang membuat para pelancong lupa kalau Wonosobo pun memiliki keindahan alam, budaya, dan kuliner selain di Dieng yang tidak kalah seru untuk dikunjungi. Belakangan tahun ini, kunjungan turis ke Wonosobo semakin bertambah dan membuat pembangunan fasilitas menginap atau hotel di Wonosobo pun ikut bertambah.

Panorama Kota Wonosobo pun tidak bisa dipungkiri keindahannya, belum lagi hembusan udara yang sejuk dan asri pastinya membuat kita tidak ingin cepat pulang ketika ada di sini. Lalu apa saja wisata Wonosobo yang seru untuk dikunjungi? 



Telaga Warna 


Telaga Warna, photo credit : mytrip123.com

Telaga Warna merupakan salah satu landmark dari wisata Dieng-Wonosobo. Nama Telaga Warna itu sendiri pun berasal dari warna air pada telaga ini yang berubah-ubah. Tidak hanya itu, Telaga Warna ini juga memiliki kisah legenda tersendiri yang menarik untuk diketahui.

Menurut masyarakat lokal, warna yang muncul di permukaan telaga ini disebabkan karena pada zaman dahulu ada sebuah cincin milik bangsawan yang jatuh ke dalam telaga tersebut sehingga membuat warna danau itu berubah. Padahal jika ditelaah secara ilmiah, warna berbeda yang terlihat di telaga ini terjadi karena adanya pembiasan cahaya pada endapan belerang di dasar telaga. 

Dominasi warna dari telaga ini adalah hijau, biru laut, dan putih kekuningan. Jika ingin melihatnya secara lebih jelas, kita bisa mendaki ke puncak bukit yang mengelilingi telaga terlebih dahulu. Akses menuju Telaga Warna ini bisa ditempuh dari pusat kota Wonosobo menggunakan kendaraan umum dari terminal kota. Jarak tempuhnya sekitar 30 km atau setara dengan 45 menit hingga 1 jam untuk bisa menjangkau objek wisata ini. Akomodasi di sekitar Telaga Warna ini pun sudah memiliki fasilitas yang memadai, termasuk berbagai jenis penginapan dan juga hotel di Wonosobo yang bisa dipilih oleh para wisatawan. 



Bukit Sikunir 


Bukit Sikunir ~ sumber foto : travel.kompas.com


Bukit Sikunir merupakan salah satu objek wisata di Wonosobo-Dieng yang sudah cukup populer di kalangan wisatawan. Bukit ini sudah sering dijadikan sebagai destinasi wisata untuk melihat sunrise yang menakjubkan lengkap dengan siluet dari pemandangan beberapa gunung di hadapan kita.

Bukit Sikunir berada di desa tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 2.200 mdpl yakni Desa Sembungan, Jawa Tengah. Bukit ini dinamakan Sikunir bukannya tanpa alasan, tetapi karena di bukit ini kita bisa melihat sinar matahari saat terbit berwarna kekuningan seperti warna kunir (kunyit) sehingga membuat warga setempat pun menamai bukit ini Bukit Sikunir. 



Batu Ratapan Angin 


sumber foto : wisatadiengplateau.com


Batu Ratapan angin juga merupakan salah satu keindahan alam di Kabupaten Wonosobo yang terbentuk dari bekas gunung vulkanik yang sudah tidak aktif. Bekas tersebut kini meninggalkan sisa-sisa berupa bebatuan yang menonjol tidak beraturan, bukit, dan juga tebing yang terlihat sangat artistik seperti Batu Ratapan Angin yang satu ini.

Dinamakan Batu Ratapan Angin karena di lokasi ini terdapat dua buah batu yang sangat besar dan letaknya berdampingan. Lokasi wisata ini berada di Dieng Plateau Theatre sehingga tempat ini juga bisa dijadikan sebagai lokasi paling strategis untuk menikmati keindahan Telaga warna dari ketinggian di kawasan Dieng Plateau.



Dieng Plateau Theater 


sumber foto : exploredieng.com

Dieng Plateau Theater merupakan salah satu wujud betapa seriusnya pengelola Kawasan Dieng untuk mengembangkan tempat ini sebagai tujuan wisata favorit lain di Jawa Tengah. Bangunan ini terlihat mencolok karena memang sengaja dibangun megah dan dijadikan sebagai tempat penayangan film dokumenter mengenai Dieng Plateau. Teater ini memiliki kapasitas sebanyak 60 tempat duduk dan memutarkan film dokumenter berjudul Bumi Kahyangan Dieng Plateau dalam durasi 20 menit. 



Candi Dieng 


Selain memiliki panorama alam yang luar biasa kaya dan indah, Wonosobo juga memiliki pesona wisata sejarah yang tentunya menarik pula untuk dikunjungi. Obyek wisata itu berupa candi atau lebih sering dikenal dengan Candi Dieng.

Bangunan candi ini berada pada ketinggian 2.000mdpl dan membentang sepanjang 1900 m dengan lebar 800 m. Di Candi Dieng kalian bisa berwisata sambil mempelajari sekaligus mengenal sejarah tentang negeri di atas awan ini. Candi Dieng memiliki aliran Syiwa dan diperkirakan sudah dibangun sejak akhir abad ke-8 hingga awal abad ke-9. Bisa dibilang Candi Dieng merupakan candi tertua yang ada di Pulau jawa, namun belum ada penemuan tertulis atau bukti autentik yang memaparkan kapan sebenarnya candi ini dibangun.


Para ahli hanya memperkirakan kalau Candi Dieng ini dibangun pada masa Kerajaan Wangsa Sanjaya. Tidak hanya beraliran Syiwa, model bangunan dari Candi ini pun mengikuti gaya-gaya candi yang ada di India dengan ciri khas arca dan relief sebagai hiasannya. Oleh karena itulah candi-candi ini juga ada yang diberi nama sesuai dengan tokoh-tokoh Mahabarata seperti Candi Semar, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Gatot Kaca, dan lainnya.

Objek wisata candi ini berada tidak jauh dari kawasan hotel di Wonosobo, sehingga pengunjung bisa memilih menginap di salah satu hotel yang ada di kawasan ini supaya lebih dekat dengan Candi Dieng ini. 


Nah, itulah beberapa lokasi wisata di Wonosobo yang cocok sekali dimasukkan bucket list untuk dikunjungi. Diberkahi oleh kondisi alam yang begitu indah, membuat wilayah ini tidak pernah sepi pengunjung dari tahun ke tahun. Siapa nih yang mau rame-rame dolan ke Wonosobo bareng BocahRenyah? 😉

3 comments:

  1. Wonosobo apik banget yooo, malah belum pernah ke sana padahal deket.

    ReplyDelete
  2. Waah jd kangen dieng.. dulu pernah naik ke sikunir pas awal-awal dikenalin sunrise tour cuma berlima aja sm pemandunya satu nggak kaya sekarang yang ramainya minta ampun apalagi jalannya begitu, tp skg udah dibenerin belom ya?

    ReplyDelete
  3. liburan di Wonosobo mantab dah. kemaren ane juga disana diajak muter2 sama saudara disana

    ReplyDelete