badge Bocah Renyah: Buku Favorit yang Menginspirasi

Monday, July 31, 2017

Buku Favorit yang Menginspirasi



Aku pengin bisa nulis seperti kakak-kakak penulis KKPK itu, Bu.

Masih teringat sekali ucapan Kakak saat dia masih usia belia dulu. Jaman masih usia sekitar tujuh tahunan. Putri sulungku ini memang gemar membaca sejak kecil. Untung saja Kakak hanya gemar bebelian buku, tidak disertai dengan hobi koleksi barang-barang lain. Itu saja Ibu sudah lumayan pening untuk menuruti hasrat belanja bukunya hehehee...

Berlanjut dari hobi membacanya, Kakak sampai juga ke tahapan berikutnya dalam dunia literasi. Dia benar-benar pengin bisa menulis. Menulis cerita seperti KKPK itu maksudnya. Berhubung Ibu nggak pinter nulis dan nggak bisa ngajarin nulis, maka pada waktu itu Ibu minta tolong dong pada teman penulis yang bernama Tante Aan. Ibu kan ikutan Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang, banyak penulis ngetop ada di situ. Selama ini Ibu belajar menulis juga pada mereka. 

Berkat bimbingan Tante Aan ini, Kakak sedikit demi sedikit mulai meningkat kemampuan menulisnya. Cerita-cerita yang dibacanya dari buku-buku KKPK koleksinya banyak menginspirasi tulisan Kakak. Ini sekaligus menjawab pertanyaan teman-teman Ibu, Tante Vita Pusvitasari dan Tante Anita Lusiya Dewi seputar buku favorit yang menginspirasi.

Yang kemudian menjadi salah satu target dalam dunia tulis-menulis bagi Kakak adalah bisa ikutan Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI). Event yang rutin diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan melalui Dirjen Dikdas bekerja sama dengan penerbit DarMizan ini sungguh-sungguh didambakan Kakak untuk bisa diikutinya. Kece banget loh acara ini, penulis cilik dari seluruh penjuru negeri diundang untuk berkompetisi secara langsung pada waktu mengikuti acara tersebut. Aaahhh... Ibu pun jadi ikutan bersemangat untuk mendukung impian Kakak ini.

Kebanyakan ngimpikah Kakak?

Tentu tidak dong. Wajar bila dalam kehidupan seseorang memiliki target tertentu. Kakak sangat ingin ikutan KPCI agar bisa bertemu dengan para penulis idolanya. Ya, ternyata Kakak sudah sering browsing tentang acara tersebut. Setiap ada event KPCI, ada pendamping acara yang di antaranya terdapat penulis-penulis favorit Kakak.



Tahun 2013 saat Kakak masih duduk di Kelas IV Sekolah Dasar, akhirnya keinginan itu tercapai. Luar biasa senangnya Kakak saat jelang keberangkatan. Ini adalah acara pergi-pergi yang dilakukan Kakak tanpa ditemani ayah dan ibu. Ya, seluruh peserta KPCI tahun 2013 yang berangkat dari Semarang tak ada yang ditemani oleh ayah ibu mereka. Sekitar 30 bocah cilik berangkat ke Jakarta didampingi oleh 3 orang dari Kanwil Dikdas Jawa Tengah.

Aaaahh... Ibu terharu sekali saat melepas Kakak pergi di bandara. Anakku, umurmu baru 9 tahun, tapi tekadmu untuk menembus belantara ibu kota patut diacungi jempol. Ibu aja takutnya luar biasa pergi ke sana sendiri heheheee...

Meski pada kompetisi menulis yang diadakan di KPCI Kakak tidak meraih juara apapun, Ibu tidak pernah kecewa. Kakak sudah bisa pergi ke Jakarta ikutan KPCI aja Ibu sudah bahagia. Apa yang bikin Kakak bahagia itu juga yang Insya Allah Ibu upayakan untuk tercapai. Dengan jalan yang benar lho ya tentunya.

Sebenarnya tak hanya Kakak yang terinspirasi oleh buku-buku favoritnya. Ibu pun dari kecil juga gemar membaca dan hobi banget berfantasi setelah membaca aneka buku kesayangan tersebut.




Waktu masih seusia Kakak dulu, Ibu suka banget berkhayal bisa sekolah di asrama. Yang paling bikin excited adalah rencana untuk pesta ulang tahun tengah malam. Udah kebayang asyiknya mengendap-endap keluar dari kamar, mengambil segala logistik makanan. Ada kue jahe, kue tart coklat, sosis, dan limun jahe. Cobaaa... yang seumuran sama Ibu siapa yang enggak tau kisah ini? 😉

Berkat menjadi kutu buku dari kecil, Ibu juga jadi senang berkhayal dan menuangkan berbagai imajinasi dalam tulisan. Ada nih salah satu tulisan Ibu yang pernah masuk ke antologi terbitan DarMizan juga. Waktu itu Ibu ikutan audisi cerita pendek anak di Kompasiana.



Pada buku tersebut Ibu menulis tentang kisah Peri Bunga yang Gemar Mengeluh. Yaaa... ngayal-ngayal doang sih awalnya. Tapi tetap Ibu berikhtiar memperbaiki gaya menulis dengan berkonsultasi kepada beberapa teman penulis yang ada di IIDN. Alhamdulillah, dari dua naskah yang Ibu kirim ada satu yang nyantol.  Iiihh... jadi kangen nulis cerita anak-anak lagi nih. Udah lamaaaa banget Ibu non aktif enggak nulis cerita fiksi lagi.

Nah, kalau mom and dad ataupun teman-teman blogger lainnya, pernah kah terinspirasi dari buku yang pernah dibaca atau buku favorit semasa kecil? Yuuukk share ya di kolom komen. Tingkiuuuu...

3 comments:

  1. Wah vivi imut waktu kecil, hobinya bagus sama dong kaya tante, makasih ya vivi, lanjutkan hobi membaca, yang rajin di asrama, tumbuh menjadi gadis yang cantik lahir batin 😊

    ReplyDelete
  2. Kenapa kita semua bacaannya sama ya? Viva enid blyton Wes pokokmen

    ReplyDelete
  3. ENID! hahaha, jadi inget masa kecil. Walaupu gak semua bukunya aku baca sih. Kayaknya ini fav banyak orang ya mbak :)

    omnduut.com

    ReplyDelete