Friday, December 22, 2017

Menjadi Ibu Terbaik Bagi Anak



Life doesn’t come with a manual. It comes with a mother.

Dear all moms in the world, do you remember what you feel when your kids hold you tight?

Jadi teringat nih selarik kata yang ada di salah satu lagu favorit Ibu : but when you're holding me, you make me understand, what this heart is for.... 


Ya yaaa... itu memang lirik lagu untuk orang dewasa. Kalimat tadi adalah penggalan dari lagu Nothing But The Radio On, lagu yang tertampil apik dan lembut seiring melodi saxophone dari Dave Koz, salah satu musisi favorit Ibu. Setiap kali menekuri sebaris kalimat tadi, kenapa yang teringat jadi pelukan anak-anak ke sang ibu ya? When you're holding me, you make me understand, what this heart is for πŸ’•

Emang masih ada ya kids jaman now yang suka peluk-peluk ibunya? Atau misalnya pertanyaannya dibalik nih, masih banyakkah ibu yang suka peluk-peluk anaknya?

Buat Ibu Bocah Renyah nih ya, memeluk anak merupakan suatu kebahagiaan yang tak terhingga. Ada keajaiban dan berkah yang dititipkan oleh Allah kepada Ibu. Ya, harta tak ternilai yang dititipkan itu terasa begitu menakjubkan saat ada di dalam pelukan. Abaikan saja segala omelan dan kerut-merut di kening setiap kali sudah mulai harus bicara ini itu kepada si buah hati. Semua omelan tadi bukan berarti tak ada cinta di hati Ibu.

I may not be perfect, but when I look at my children, I know that I got something in my life perfectly right.

Bisakah semua perempuan menjadi ibu?

Nah, perbincangan seputar ibu ini bakalan selalu asyik untuk dituliskan. Pas banget nih dengan moment Hari Ibu dan tema #ArisanBlogGandjelRel dari Tante Chela dan Tante Noorma. Tau kan ya kalau perempuan diciptakan oleh Allah dengan kasih yang tak berbatas. Jangan hiraukan segala keberisikan yang ditimbulkan olehnya, suara cempreng yang selalu mengalun di tiap pagi, nada tinggi yang membahana setiap kali ada yang harus dibereskan di rumah, ataupun bau keringat gara-gara tak mandi sampai siang.

Moms are the ones who truly know the meaning of 24/7 

Ada nggak sih sekolah untuk menjadi ibu?

Bagaimana mungkin ya tak ada sekolah untuk menjadi ibu, padahal ibu itu kan kerjaannya sepanjang hari tiada henti. 24/7. Hanya ibu yang tau arti 24/7 itu. Yang diurus pun tak hanya sejenis, ada beragam orang yang harus di-handle-nya di sepanjang hidupnya. Ada suami dengan karakter tertentu, ada anak-anak yang memiliki sifat berbeda-beda. Kok bisa sih tak ada sekolahnya, padahal untuk jadi dokter ataupun perawat saja ada sekolah khususnya. Kok untuk jadi ibu nggak ada sekolahnya? Cobaaa... gimana ini cobaaaa....


Ibu, Madrasah Awal bagi Buah Hati


Berbagai sekolah dengan prestasi menggunung jaman sekarang sudah banyak tersedia. Setiap orang tua yang menginginkan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya tentu saja berharap bisa menyekolahkan putra-putrinya di sekolah terbaik tersebut.

Namun seperti yang kita sama-sama sering ikuti di berbagai kajian, pendidikan anak itu bukan semata-mata tanggung jawab sekolah dan guru. Berapa lama sih anak menghabiskan waktunya di sekolah? Lebih lama di sekolah atau di rumah?

Lebih dari itu, pendidikan karakter tak serta merta bisa ditanamkan melalui ajaran guru di sekolah. Anak-anak kan lahir dan tumbuh berkembang di rumah. Semestinya mereka belajar banyak hal dari orang tuanya. Diharapkan belajar hal yang baik-baik meskipun setiap orang tua punya kelemahan masing-masing.

Ibu, yang ditakdirkan untuk melahirkan anak-anaknya, ataupun ibu yang hingga bertahun-tahun tak memiliki anak sendiri lalu merawat anak orang lain yang kurang beruntung nasibnya untuk dijadikannya kekasih hatinya, tetaplah seorang perempuan yang ditakdirkan memiliki rasa cinta yang meluap-luap. Cinta tersebut perlu disalurkan. Tak hanya kepada kekasih berwujud suami, namun juga kekasih yang menjelma menjadi malaikat-malaikat kecil titipan Allah.

Mendapat titipan seperti ini membuat setiap ibu harus belajar banyak. Belajar bagaimana mencintai anaknya, membagi waktu antara pekerjaan dengan urusan rumah tangga (meskipun sejujurnya membagi waktu itu tidak sama dengan membagi pikiran), terus melakukan upgrading atas pengetahuan yang bermanfaat, yang berguna sebagai pendamping perjalanan ibu dalam mendidik anak.




Pergaulan anak di kala remaja memang saat ini cukup bikin ketar-ketir. Itulah pentingnya bekal aneka pendidikan dari seorang ibu untuk anak-anaknya. Moms are the first madrasah for her kids. Dari seorang ibu lah anak-anak belajar bicara, berdoa, bertingkah laku, dan berbagai kepintaran maupun kesalehan yang belum tentu bisa didapatkan di bangku sekolah. So, hindarilah menyepelekan seorang perempuan yang berpendidikan tinggi dan memilih menjadi ibu rumah tangga.

A mother is she who can take the place of all others but whose place no one else can take.



Ibu, Orang Tua Terbaik bagi Anak-anaknya


Ada banyak orang bilang bahwa orang tua yang oke adalah orang tua yang bisa menjadi best friend bagi anak-anaknya. Benarkah?



Pada awalnya Ibu setuju banget nih dengan pendapat tersebut. Iya dong, gimana jadinya kalau seorang ibu nggak bisa jadi teman terbaik bagi anak-anaknya.

Eh loh ternyata, ada wacana yang patut diangkat juga nih seputar hubungan anak dengan ibu atau orang tua secara umum. Ibu baca di modernmom.com tentang pembahasan ini. Bisa jadi untuk Ibu hal ini benar dan setuju, tapi siapa tau untuk mom yang lain memiliki pendapat yang berbeda.


Ibu kok setuju ya kalau orang tua tuh bukan best friend untuk anak-anaknya. Kenapa bisa begitu??


Ada beberapa hal yang menjadikan ibu berbeda dengan teman baik. Ayah dan ibu ada di kehidupan anak-anaknya untuk melindungi, membimbing dan mengajarkan berbagai macam hal yang nantinya bisa menjadi bekal untuk 'bertahan hidup'. Orang tua dalam kesehariannya memberikan contoh secara langsung bagaimana membuat keputusan yang tepat, bertingkah laku baik, menjaga rasa aman di dalam keluarga dan menjalankan banyak hal secara konsisten untuk mendukung kehidupan anak-anaknya.

Secara normal, anak akan merasa aman dan nyaman saat bersama orang tuanya. Meskipun tak jarang orang tua menerapkan aturan dan disiplin, anak akan belajar mengatasi tantangan hidup dalam kesehariannya.

Ayah dan ibu memang sebaiknya bisa diajak bicara tentang apa saja oleh putra-putrinya, namun di saat bersamaan juga menjadi orang yang secara tegas menetapkan aturan, batasan dan harapan kepada anak-anaknya. Tanpa disadari oleh anak, pola asuh dan didik seperti ini membentuk rasa aman dan saling memiliki pada anak tersebut.

Trus gimana dong kalau anak melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh orang tua?

Dalam keseharian, Ibu beberapa kali memberikan konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan oleh Kakak dan Adek. Adek yang masih kelas 2 SD memiliki rasa penasaran yang tinggi pada kemajuan teknologi. Seperti anak-anak seusianya, Adek jelas ingin sekali merasakan main game melalui smartphone. Ayah dan Ibu punya sih smartphonenya, tapi bukan berarti Adek bisa setiap saat mainan melulu. Ibu hanya membolehkan Adek nge-game hari Sabtu dan Minggu saja.

Saat anak melanggar aturan yang telah ditetapkan (dan ini sudah jelas dan pasti akan dilakukan πŸ˜‰), tugas orang tua lah untuk memberikan konsekuensi atas perilaku tadi. Dari pengalaman melakukan kesalahan dan mendapatkan konsekuensi tadi, anak akan mendapatkan pelajaran berharga.

Lho, kok bisa gitu?

Tau kan ya dads n moms, sebagai orang tua kita memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan anak-anak agar sanggup menghadapi kehidupan di masa datang. Bila secara konsisten melakukan berbagai hal di atas, suatu saat ketika anak-anak kita harus mandiri, sebagai orang tua kita bisa tenang melepaskan mereka 'jalan sendiri'. Kita bisa tenang karena yakin anak kita bisa diandalkan kemampuannya dalam memilih langkah yang paling aman dan menentukan pilihan secara cerdas.





No, I am not your friend. I am your mom.
 (source : modernmom.com)



Jadi gimana, boleh ya kalau Ibu bilang bahwa menjadi ibu yang baik itu bukan harus menjadi best friend anak-anaknya. Hey... I am your mom. I am more than your very very best friend, kids πŸ˜πŸ˜—

16 comments:

  1. Sungguh menginspirasi mbak..

    Mbak uniek itu salah satu blogger yang aku kagumi loh.. Tenan..

    Karena fifi jadi anak hebat.. Pasti lah lahir dr ibu yg hebat.. Po maneh fifi mondok saiki. Budhe sungguh mengisnpirasi.. Cuma kalo mau curhat mandan isin kalo sama budhe.. Sibuk terus juga kan mbak unieknya..heheheh

    ReplyDelete
  2. gak ada yang sempurna tapi berusaha menjadi yang terbaik buat anak-anak ya mbak

    ReplyDelete
  3. Vivi manissss banget pas pake jilbab warna gelap di atas. Suka liat gayanya

    ReplyDelete
  4. Kalimat terakhirnya aku setujuuuuu...!! Btw, Vivi makin manis aja ya sekarang 😘

    ReplyDelete
  5. Setujuuu harus bisa jadi best friend bocah2, emang berat tapi harus berusaha πŸ’ͺπŸ’ͺ

    ReplyDelete
  6. Semoga bisa jadi sahabat buat baby Ai kelak. Udah ngebayangin gaya persahabatan sama Ai. Cuma kdg kalo pas ga bisa manage waktu, ngrasa takut kecewain Ai. Hrs belajar dr Mbak Uniek nih! :)

    ReplyDelete
  7. Bulik ini memang top dah.. harus banyak belajar juga nih aku apalagi predikat ibu baru resmi aq dapat 2 tahun belakangan ini..

    Terimakasih sharingnya ya....

    ReplyDelete
  8. More than just a best friend, noted :)

    ReplyDelete
  9. Setuju, seorang ibu memang akan jadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka dari itu peran ibu sangat penting sekali..

    Paling asik itu kalau sudah berkumpul sama keluarga ya, Teh. Berbagi cerita, makan bareng dan bahkan bisa berlibur bareng itu keren.

    Btw, salam kenal ya..

    ReplyDelete
  10. Saya setiap hari masih peluk cium anak dan bilang i love you, terutama kalau mau tidur mbak, meskipun kadang anak saya risih kalau saya uyel-uyel hehe..

    Orang tua sebagai teman saya artikan supaya anak dekat dan curhatnya ke kita bukan hanya ke teman, tapi dengan ibunya nggak pernah komunikasi. Tapi saya juga tegas terutama aturan ibadah karena anak saya kalau udah pegang hp seolah lupa segalanya. Meskipun hampir tiap hari berdebat dan adu argumen tapi hubungan kami masih baik, masih suka guyon dan curhat-curhatan :)

    Tulisan mbak Uniek ini bagus untuk mengingatkan bahwa kita juga harus tegas dan punya aturan sebagai orang tua yang harus dipatuhi anak :)

    ReplyDelete
  11. Duh bacanya top banget deh Mbak Uniek, baru kali ini melimpir ke blog mu dan langsung jatuh cinta sama tulisan ini πŸ’™

    Anak-anak Mbak Uniek manis banget, mamanya super.
    Ah jadi kangen mamaku juga.

    Terus menginspirasi ya mbak, keep sharing :)

    ReplyDelete
  12. Problem yang saya hadapi masih seputar penggunaan smartphone yang keblabasan. Alhamdulillahnya saya masih bisa mengawasi apa yang dikuti oleh anak-anak. Semoga saya bisa menjadi ibu yang bijak dan menjadi best friend nya anak-anakku seperti moms ke anak-anaknya ya

    ReplyDelete
  13. Emak panutan! Semoga aku bisa mencontoh dan jadi teman terbaiknya anak-anakku kelak. Duh baaper kan jadinya.

    ReplyDelete
  14. Sekarang mah orang tua juga harus sekolah ya he he. Tapi memang sekarang tantangan mendidik membesarkan anak makin wow. Jadi ortu harus upgrade ilmu terus. Thanks for sharing Mbak :)

    ReplyDelete
  15. setuju banget kalo madrasah pertama buat anak itu ya ibunya. ditambah lagi jaman sekarang , seorang ibu juga harus melek teknologi dan menyampaikan tentang peraturan2 dengan cara yg fun supaya anak gak ngerasa terlalu dikekang. makasih atas ilmunya mbak :)

    ReplyDelete