Thursday, September 10, 2020

Menikmati Kota Semarang dengan Bersepeda

 


Selama ini Kota Semarang dikenal gara-gara 3 hal : panas, lunpia dan Gandjel Rel. Nah, yang ketiga ini kalau nggak salah gara-gara kegigihan para mama blogger untuk menggaungkan kembali nama makanan khas kota ini ke seluruh penjuru dunia, bahkan ke luar negeri. Ada yang paham? πŸ˜‰


Semarang memang terkenal memiliki cuaca yang cukup panas. Jika kita melihat letak kota ini, wajar saja jika suhu udara lumayan panas karena Semarang merupakan kota pesisir. Rata-rata kota yang berada di wilayah pesisir memeng memiliki suhu lumayan hangat dibandingkan kota-kota lainnya. 

Tapi Semarang tuh punya keistimewaan loh. Meskipun berada di wilayah pesisir, Kota Semarang juga punya wilayah perbukitan. Warga Semarang sering menyebutnya dengan kota atas. Keren ya, satu kota aja ada bagian atas dan bawah. 

Meskipun harus merasakan hawa super hangat sepanjang hari, bahkan hingga malam hari sekalipun, ada banyak keuntungan bagi warga yang tinggal di kota bawah. Salah satunya adalah kemudahan akses kemanapun, mulai dari ke arah pusat kota, hingga berkeliling di banyak kawasan wisata Semarang.



Menikmati Keindahan Kota Semarang dengan Bersepeda


Banyak yang bilang sejak pandemi muncul, trend bersepeda mulai digemari. Nggak heran dong, mau jalan-jalan takut jadinya bergerombol dengan banyak orang. Paling mudah ya bersepeda, bisa berhenti dimana saja kita mau. Sekiranya ada orang yang tampak bergerombol, kita bisa menjauh.

Alhamdulillah, saat trend bersepeda makin terlihat, keluarga BocahRenyah tidak sampai harus membeli sepeda baru. Ayah sejak lama sudah memiliki sepeda gunung. Adek juga punya, hadiah waktu khitan di saat naik kelas 3 SD dulu. Sedangkan Kakak masih punya sepeda 'jengki' alias sepeda mini (dengan roda ukuran besar) , miliknya waktu masih SD dahulu.

Iya, kedua BocahRenyah memang terbiasa mandiri, bersekolah naik sepeda tanpa harus diantar lagi oleh Ibu. Maklum yaaa... waktu itu Ibu memang masih ngantor, jadi Kakak dan Adek harus mandiri sejak kecil.

Sepeda-sepeda itulah yang saat ini berjasa untuk digunakan puter-puter kota sebagai wujud wisata keluarga. Enak loh berada dalam satu rombongan keluarga dan muterin Kota Semarang secara santai. Kalau enggak pas pagi hari, ya sekalian sore hari menjelang senja. 

Mana saja sih tempat-tempat yang asyik dikunjungi ketika keliling Semarang bersama keluarga?

Rata-rata, wisata menarik yang ada di Semarang berbentuk bangunan bersejarah. Banyak sekali bangunan cantik peninggalan jaman Belanda yang masih ada hingga kini. Kota Semarang juga rajin berbenah dan mempercantik berbagai penjuru kotanya. Kota Lama yang dulunya terbengkalai, perlahan-lahan kembali menjadi magnet wisata.

Saat bersepeda bareng Adek (saat ini Kakak masih di pondok pesantren), Ibu sering mengajak untuk mengelilingi berbagai tempat yang berkaitan dengan kehidupan beragama yang majemuk. Mau tahu apa saja?


Pecinan





Salah satu bagian Kota Semarang yang cukup populer adalah Pecinan. Sebagai kota tempat berbaurnya berbagai kebudayaan dari para pendatang di masa lalu, maka keanekaragaman agama menjadi ciri khas kota ini.

Di salah satu bagian kota ada yang namanya Pecinan, wilayah hunian para keturuan Cina/Tiongkok. Ada juga Pekojan yang dihuni orang-orang Koja, keturunan Arab yang berasal dari negara selain Arab Saudi. Ada juga Pendrikan, yang berasal dari kata Prins Hendriklaan di jaman penjajahan Belanda dulu.

Nah, salah satu yang menyenangkan ketika puter-puter di Pecinan, kita akan menemukan dominasi warna merah. Di Pecinan memang terdapat beberapa kelenteng yang hingga kini masih terawat. Salah satu kelenteng tertua ada di daerah Gang Pinggir, kelenteng ini bernama Kelenteng Ling Hok Bio. Walaupun tidak bisa masuk ke dalamnya, namun dengan mengajak Adek melihat bangunan ini, Ibu bisa mengajarkan tentang perbedaan yang memperkaya negara Indonesia. 

Muslim merupakan mayoritas penduduk di Kota Semarang, namun lihat saja, kehidupan beragama di kota ini sangat semarak. Saat Tahun Baru Cina, seluruh kota merasakan gegap gempitanya perayaan Imlek. Begitu pun saat Idul Fitri, tak hanya orang Islam yang memeriahkan suasana, semua orang seakan larut dalam kebahagiaan muslim yang telah menyelesaikan satu bulan penuh masa berpuasanya.

Kelenteng Ling Hok Bio bisa ditempuh melalui jalan utama setelah Kampung Semawis. Lurus saja mengikuti jalan utama maka kita akan tiba di Gang Pinggir. Ada 2 kelenteng besar yang berada di jalan tersebut.



Kauman


Awal mula pusat keagaman Islam di Semarang ya di wilayah Kauman. Ada masjid besar pertama yang ada di situ, orang Semarang menyebutnya dengan Masjid Kauman. 




Salah satu ciri pusat pemerintahan di masa lalu adalah letak berdampingan antara masjid besar, pasar induk, kantor pos besar dan alun-alun. Maka tak heran jika di depan Masjid Kauman kita bisa menemukan alun-alun besar. Saat ini alun-alun tersebut telah direnovasi dan menjadi tempat yang menyenangkan untuk berkumpul ataupun berolah raga. 

Alun-alun Masjid Agung Semarang ini bisa ditempuh melalui jalan utama yaitu Jalan Pemuda, bisa juga dari arah Bubakan melalui Jl. Agus Salim. Coba deh sepedaan bareng keluarga ke sana di senja hari, indah banget loh nungguin sunset di situ. 



Kota Lama : Little Netherlands


Selain menikmati tempat-tempat yang berkaitan dengan kehidupa keagamaan, kita juga bisa loh menikmati Kota Lama. Bahkan Semarang mendapatkan julukan Little Netherland karena kentalnya nuansa bangunan peninggalan Belanda di seluruh penjuru area tersebut. 




Mengitari Kota Lama nggak bakalan bosen deh. Sekarang sudah baguuuss banget penataan kota di area ini. Jalanan sudah diperbaiki, kabel-kabel listrik yang silang sengkarut sekarang sudah ditiadakan, ditata di bawah tanah agar tidak mengganggu pemandangan. 

Mau foto di mana aja deh bakalan bagus jadinya saat kita mengitari Kota Lama. Untuk sampai ke sini pun sangat mudah. Yang dari arah Barat bisa ke sana melalu jalan besar Jl. Pemuda, sedangkan yang dari arah Timur bisa lewat Jl. MT. Haryono (Mataram).


Gimana, tertarik untuk menikmati Kota Semarang dengan bersepeda? Boleh loh ntar colek-colek keluarga BocahRenyah, kumpul di mana gitu terus gowes bareng. Ditunggu yaaa...

No comments:

Post a Comment