Sunday, January 1, 2023

Nilai Kuliah Semester Satu

 
nilai kuliah semester satu

Setelah melalui deg-degannya memantau anak-anak menjalani PAS/UAS, gimana nilai yang didapatkan, Mom? Hasil yang didapatkan memang bukan segalanya, namun paling tidak bisa menjadi acuan orangtua tentang apa saja yang masih perlu ditingkatkan dalam pembelajaran anak. 

Cerita tentang PAS ini pernah Ibu tulis di sini nih : Persiapan Menjelang Penilaian Akhir Semester. Boleh untuk bahan bacaan mama lainnya yaaa...

Salah satu hal baru yang dirasakan oleh orangtua yang memiliki anak usia kuliah adalah perubahan cara belajar antara anak SMA dengan anak kuliahan. Jika dulu saat sekolah menengah, semua materi sudah diberikan secara detail, ada poin-poinnya, maka ketika kuliah harus melakukan berbagai penyesuaian.

Penilaian akhir semester untuk anak kuliah lebih banyak berisi penalaran dibandingkan hapalan. Si Sulung bahkan cerita saat ujian boleh menggunakan gawai. Mau menjelajah di mesin pencarian pun boleh karena jawaban yang diharapkan bukanlah hapalan, melainkan penalaran si mahasiswa terkait teori yang telah diberikan oleh dosen.

Harap-harap cemas nih Ibu menanti hasil yudisium si Kakak. Apalagi ketika beberapa kali dicek kelihatannya kok tidak belajar hehehee... Duh Ibu nih kebanyakan berprasangka.

Eh bener loh... Pernah kan tuh Kakak pulang sebentar dari pondoknya dan mengerjakan tugas kuliah di rumah. Bikin tugas kok sambil scrolling media sosial ki piye cobaa... Ibu udah khawatir banget dong dengan cara belajar bocah yang kayak gini. 

Ada yang anak remajanya begitu juga, Mom?



Kesibukan Kuliah vs Kegiatan Pondok


Saat ini Kakak memang sudah pulang kampung alias balik lagi ke Semarang. Untuk melanjutkan disiplin mengaji yang sudah didapatkannya sejak SMP hingga SMK, setelah masuk bangku kuliah pun Kakak tetap lanjut mondok, hanya saja tidak di luar kota lagi. Masih satu kota dengan Ayah dan Ibu, namun tidak bisa sembarangan pulang ke rumah. Ada jadwal tertentu untuk liburan.

Bedanya jika dulu ketika mondok tidak boleh membawa gawai, kini saat kuliah kebijakannya sudah beda. Boleh menggunakan gawai selain pukul 18.00 hingga 22.00, waktu dimana para santri harus mengaji.

Pada waktu-waktu di luar jam mengaji tadi, Ibu sempatkan untuk cek apa saja aktivitas Kakak. Bukaaan.. bukan pakai video call yaa... Ibu tidak sampai segitunya. Hanya ketika Kakak mengijinkan saja, Ibu baru video call, terutama ketika sudah selesai jam mengajinya. VC-an sambil leyeh-leyeh gitu. 

Untuk semester satu ini, jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) yang diambil telah diberikan dalam bentuk paket sejumlah 20 SKS. Sepertinya nih ntar semester dua juga masih sama, paket langsung dari kampusnya. 

Kakak hanya kuliah pada hari Senin hingga Kamis, waktu di kampusnya sudah lowong untuk hari Jumat hingga Minggu. Namun aktivitas di pondok tetap ada di akhir minggu. Bahkan tak jarang Kakak dapat giliran piket untuk memasak nasi. Iya, gantian tuh bikin nasi di pondoknya. 

Masing-masing asrama beranggotakan sekitar dua puluhan orang, mereka gantian gitu untuk piket di asramanya. Beras sudah disediakan oleh pondok, tinggal gantian saja masak nasinya. Untuk lauk pauknya boleh memasak sendiri, mau jajan juga boleh. Lebih mandiri lah mondoknya anak kuliahan gini. Beda dengan saat SMP dan SMA/K dulu, nasi dan lauk sudah disediakan semua oleh pondok, bahkan santri tak perlu memasak apapun. 

Selain kuliah dan mondok, Kakak sudah mulai mencoba untuk ikutan organisasi di kampusnya. Salah satunya adalah organisasi keislaman, rencananya sih nanti setelah bisa beradaptasi lebih lanjut, ingin ikutan berorganisasi di himpunan jurusannya dan di Lembaga Pers Mahasiswa. 

Untuk yang disebutkan terakhir tadi ada kaitannya dengan jurusan kuliah yang diambil oleh Kakak. Saat ini Kakak kuliah di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Mirip-mirip dengan kuliah Ibu jaman dulu, hanya saja beda kampus. Ibu dulu kuliah jurusan Ilmu Komunikasi di kampus negeri biasa, bukan perguruan tinggi keislaman seperti Kakak. 

Beberapa saran dari Ibu terkait aktivitas di luar kuliah telah diikuti oleh Kakak. Sebisa mungkin sih banyak bergaul di kampus, juga mengikuti aktivitas yang mendukung kuliahnya. Salah satunya ikut mendalami tentang pers tadi supaya ke depannya kegiatan syi'ar yang menjadi ruh dari fakultasnya bisa dilakukan dengan cara yang baik. Bahasa tulis di era modern ini tentunya beda kan dengan jaman dahulu? Jadi perkembangannya pun harus diikuti. Apalagi cara penyampaian materi tak hanya melalui tulisan. Olah audio visual perlu dipelajari juga agar pesan tersampaikan melalui cara yang sesuai dengan jamannya.

Mahasiswa semester 1 😍



Bagaimana Nilai Kuliah Semester Satu?


Saat ini kampus telah masuk masa liburan semester, tak terkecuali kampus tempat Kakak kuliah. Liburnya pun ga nanggung-nanggung, sampai Februari 2023 boooo... 

Lalu bagaimana nilai semesteran Kakak?

Alhamdulillah, hasil yudisium Kakak bikin Ibu legaaaaa luar biasa. Kebayang dulu waktu Ibu kuliah, selain masih adaptasi dari masa sekolah ke kuliah, Ibu juga terlalu banyak pergi naik gunung sehingga nilai semester satu hancur lebur. 😁

Kakak yang harus kuliah sambil mondok ternyata bisa mengikuti perkuliahan dengan baik, meskipun untuk mata kuliah Falsafah lumayan keteteran saat PAS. Tesnya bukan via tulisan namun harus berhadapan langsung dengan dosen. Lumayan bikin jatuh mental juga yaaa untuk mahasiswa awal kuliah. Udah kayak ujian kompre aja.

Boleh tunjukin sebagian nilai Kakak yaaaa... Semoga bukan dalam rangka ujub ataupun takabur. Ibu bersyukur banget Kakak bersedia belajar dengan baik.



Alhamdulilllah semester satu ini Kakak bisa mendapatkan IPK di atas 3,5. Kebayang dong Ibu yang dulu untuk dapat IPK 3,0 aja ngos-ngosan setengah mati trus lihat Kakak punya nilai segitu heheee..

Mengawali semester awal kuliah dengan nilai yang bagus bisa jadi modal untuk proses selanjutnya. Paling enggak tak ada beban untuk mengulang lagi mata kuliah yang sama untuk memperbaiki nilai. Waktu yang digunakan untuk mengulang kan bisa dimanfaatkan untuk mengambil mata kuliah lain sebagai penambah ilmu.

Hiks, Ibu dulu baru bisa mencapai IPK 3,0 saat hampir lulus. Kayaknya terbantu oleh nilai skripsi yang bobot SKSnya 4. 😁 Selamat ya Kak, tetap semangat belajarnya. Ibu doakan semoga semester-semester selanjutnya tetap istiqomah mempelajari ilmu di bangku kuliah dengan baik. Insya Allah akan bermanfaat bagi masa depanmu nantinya.

Oya, sebagian skrinsut yudisium di atas bisa untuk gambaran bagi Mom lainnya jika ingin menjadikan jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam sebagai referensi untuk putra-putrinya nanti apabila ingin melanjutkan kuliah di UIN. 

27 comments:

  1. Wah si anak cewek bisa ya kuliah sambil mondok, masyaAllah tidak meninggalkan ibadahnya. Nilainya juga bagus, membanggakan. Tapi, orang tua harus bisa memantau dengan baik ini walau sudah di pondok. Bisa jadi inspirasi untuk mempersiapkan UAS atau PAS anakku ini. Terima kasih sharingnya!

    ReplyDelete
  2. Keren nih, Kakak kuliah tetap fokus dan dapat IPK tinggi, padahal sambil mondok juga ya, Ka. Semoga dengan nilai ini menjadi pemicu untuk tetap semangat dan bisa tembus IPK 4.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin aamiin... Terima kasih utk doa baiknya. πŸ™πŸΌ

      Delete
  3. Sebelumnya: " Selamat ya Kakak, Selamat Mba Un!"
    Barokallah.

    Btw,
    Aku kayaknya kurang jauh mainnya.
    Hehehe.
    Pas membaca judul ada 'UIN" aku langsung cuma ingat UIN di Syarif Hidayatullah Ciputat.

    Makanya sempat bingung pas ada kata : ... si Kakak sudah balik ke Semarang.

    Ternyata UIN ada juga di Semarang.

    Jadi terinspirasi mau menulis tentang kuliah Yasmin.
    Bisa jadi bahan postingan juga ya.

    Thanks, Mba Un!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, UIN ada di berbagai kota, mbak. Klo di Semarang namanya UIN Walisongo.

      Delete
  4. MashaAllah~
    Meski sudah kuliah tapi tetap mondok ini kebayang ya, kak Un..
    Rasanya tak henti-hentinya doa orangtua mengalir dan semoga Allah ijabah berupa kemudahan bagi ananda untuk mengikuti setiap aktivitas yang menuju kemuliaan dan keberkahan dalam beribadah menuntut ilmu. Semoga menjadi jariyyah buat kakak yang aktif di organisasi keislaman.

    ReplyDelete
  5. Masya Allah keren banget nilai kak Vivi pasti happy banget dengan pencapaian Vivi ya mba, semoga lancar studi juga belajar agamanya di pondok ya Vivi, ngga percaya sekarang sudah kuliah ajaaaa...

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah si kakak nilainya bagus-bagus, bahkan rata-rata di atas 3,5. Masih tetap mondok pula, walau nggak seketat jaman SMP - SMK

    Jaman saya kuliah juga sebagian besar mata kuliah kalau ujian tuh open book, tapi soal ujiannya nggak ada jawabannya di buku, jadi ya percuma aja bolak-balik halaman buku hehehe...

    ReplyDelete
  7. pasti banyak ya yang dirasakan dan banyak juga momen-momen yang akan tercipta kuliah sambil mondok

    ReplyDelete
  8. Iya aku juga awal kira UIN Jakarta, teryata ini yang di Semarang. Baru tahu juga alhamdulillah kuliah sambil mondok, berkah banget kakak. Dan senang juga karena nilai kuliahnya juga bagus . Pertahankan ya. Met liburan sampai 2023 :)

    ReplyDelete
  9. btw dulu molly ujian akhir di universitas terbuka ya sama boleh buka buku dan cari jawaban di sana. zaman sekarang ujian yang penting mah jawaban sendiri hihii jadi gak usah heran

    ReplyDelete
  10. Wah keren banget walau udah jadi mahasiswi tetep ya mondok, walaupun saat ini udah satu kota.
    Mata kuliah Falsafah iki opo mbak? Filsafat ta? Soalnya dulu aku paling gak mudeng pelajaran Filsfat yg diagung2kan bbrp org itu hahaha
    Kegiatannya juga banyak yaa. Kece banget nilai kuliah di semester satu semoga bisa mempertahankannya sampai akhir :D

    ReplyDelete
  11. Semoga lancar studinya ya kak, masya Allah nilainya apik tenan. Nilai ipk sgitu jg aku ngos-ngosan nggak nyampe lebih dari 3.5 haha
    Liburannya lama ugak yaaa, biasanya kuliahan gitu sih lama liburnya ternyata anak zaman now juga masih sama yaaa. Met liburan nak gadis yg cantik^^

    ReplyDelete
  12. Masya Allah infonya sangat berguna bun, semangat belajar kakak semoga dimudahkan di semester semester berikutnya

    ReplyDelete
  13. Keren Kakak, kuliah,mondok , aktif dan masih bisa berprestasi. Bagus banget nilanya, Kakak. Salut! Semoga dimudahkan dan dilancarkan studinya, tercapai doa dan cita-citanya.Aamiin.

    ReplyDelete
  14. Kaka ciamiiikkk tenan.
    Nurun papahnya iki pasti
    😁😁😁

    Tapi kentara bgt kok kalo kecerdasan Ibunda nurun ke nak wedhok.

    Semoga berkah ya cah ayuuu

    ReplyDelete
  15. Selamat yaa Kakak.. nilai-nilainya bagusss.. keren banget padahal kuliah sambil mondok, ya. Semoga tetap istiqamah sampai lulus nantinya. Aamiin.
    Selamat juga buat mamanya yang pastinya juga bahagia πŸ₯°

    ReplyDelete
  16. Wah..keran sekali.. aktif dimana2 dan nilai kuliahnya bagus. Semoga dilancarkan urusan lainnya n bs menggapai masa depan yg cerah. Aamiin

    ReplyDelete
  17. Wah keren sekali kakak
    Meski punya banyak kegiatan, tetap bisa meraih prestasi di bidang akademik ya mbak

    ReplyDelete
  18. Vivi congrat yaaa...
    kerennya Masya Allah, nilai IPK bagus padahal mondok juga ya. Hapalan Qur'an juga tetap terjaga ya mba, kalo mondok. Semoga lancar perkuliahan dan mondok ngajinya, sukses ya Vi

    ReplyDelete
  19. Masha Allah keren sekali kakak bisa mondok, kuliah dan segudang aktivitas bisa pandai bagi waktu. SEmoga lancar semua yang diikhtiarkan dan tercapai cita cita. aamiin

    ReplyDelete
  20. Masya Alloh Tabarakalloh. Padahal di tengah segambreng aktivitas kegiatan, nilainya tetap bagus bagus. Keren! Pertahankan hingga akhir, Kak!

    ReplyDelete
  21. Keren Kaka ya mba aktif kuliah plus mondok dan rencana aktif di organisasi di kampus. Semoga kuliahnya lancar ya dan sukses buat putrinya ...

    ReplyDelete
  22. Alhamdulillah...santai tapi dapat hasil yang memuaskan ya, Bun. Vivi semakin pandai atur waktu, nih. Ngajinya dapat, kuliahnya juga aman. Semoga berkelanjutan ya, Vi.

    Biarkan saja emak spot jantung sndiri dg praduga²nya. Xixixixi

    ReplyDelete
  23. Masyaallah, seneng deh bacanya, sudah kuliah ditambah mondok dan tetap aktif ngeblog, hebaaaat bamnget. Sukses selalu ya Vivi

    ReplyDelete
  24. Kegiatan di pondok udah padat, tapi nilainya tetep bagus yaaa. Hebat banget, dan masih aktif di organisasi juga yaaa?

    ReplyDelete
  25. Sekarang mondok juga harus mengikuti kemajuan termasuk keeprcayaan pada santrinya untuk membuka komunikasi via gawai, ya. memang tidak semua pondok.

    ReplyDelete