Berhari raya di rumah saja, salah kah?
Lebaran tahun ini persis sama dengan lebaran tahun kemarin dan kemarinnya lagi. Kung dan Ti (eyangkung dan eyangti) tinggal di kota yang sama dengan kami sekeluarga, jadi ya tak perlu jauh-jauh perginya. Edisi makan ketupat dan opor dalam dua versi pun terus berlanjut. Versi pertama di rumah ibu kandungku, dan versi keduanya ya di rumah mertua.
Rutinitas bermaaf-maafan pun tetap sama. Kalau di rumah ibu berkumpul semua kakak-kakakku, komplit dengan pasangan dan anak-anak. Budhe (begitulah panggilan anak-anakku ke kakak sulungku) sekeluarga ada 4 orang, putra-putrinya sudah besar semua. Yang satu kuliah semester 5, satunya lagi kelas 2 SMA. Sedangkan Bucik (panggilan sayang untuk kakak keduaku) belum punya momongan, jadi ya datang berdua saja dengan suaminya. Sedangkan aku sendiri komplit sepeleton dengan suami dan dua orang anak, cowok cewek, yang meriahnya sudah ngalah-ngalahin stand up comedy :)
![]() |
| sungkeman dan pelukan dengan Uti tercinta |

